Categories: hobi

Petik Buah Dari Hobi Meneliti RADAR SEMARANG

Published by
Admin
Share

RDARSEMARANG.ID, Antusias, tiga lulusan Universitas Kristen Satya Vacana (UKSW) memulai studinya berbeda dengan mahasiswa lainnya. Hasil yang ditransformasikan untuk menggantikan publikasi, tugas akhir dan diploma di jurnal internasional dengan IPK 4,00 ini merupakan buah dari kecintaan mereka pada penelitian.

Stephany Octaviani Ngesthi, lulusan Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Elektro dan Komputer (FTEK), telah mengikuti tiga konferensi internasional dan penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal IEEE Xplore International Proceedings. Penelitian Stephanie tentang pembelajaran mesin tidak selalu mulus.

Beberapa kali ia harus mengubah parameter agar hasil eksperimen sesuai dengan yang diharapkan. Namun, hal itu tak mematahkan semangat gadis asal Tangerang itu. Pandemi Covid-19 menjadi masalah penelitian baginya, dan Stephanie akhirnya bisa membuat model untuk mengklasifikasikan gambar ke dalam kelompok yang berbeda.

"Studi awal saya mengkategorikan hasil rontgen dada ke dalam kategori Covid dan non-Covid atau normal. Penelitian ini dilakukan pada awal 2020, ketika Covid masih muda dan belum banyak alat tes yang bisa mendeteksinya secara akurat dan cepat." Dengan demikian, penelitian ini seharusnya membantu ahli radiologi untuk mendeteksi hasil rontgen secara otomatis. "

Stephanie, yang saat ini bekerja sebagai spesialis keamanan TI di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia, mengatakan penelitian perlu terus diperbarui untuk beradaptasi dengan tantangan. Salah satu kuncinya adalah menggunakan perpustakaan yang tidak terlalu jauh dari tahun terbitnya.

M Sultan Arkana melakukan hal yang sama. Lulusan Program Pendidikan Kimia Fakultas Kimia dan Matematika (FSM) UKSW ini telah banyak menjuarai kompetisi nasional dan internasional berkat kegigihannya dalam penelitian. Pria asal Yogyakarta ini meraih medali perak pada kompetisi Thai Inventor 2020 Day di Bangkok, medali emas pada kompetisi EUROINVENT 2021 di Rumania, dan mendapatkan berbagai beasiswa dari Program Kreativitas Mahasiswa (BMP).

Sekarang diterima untuk melanjutkan program master di Departemen Ilmu Polimer, Sekolah Tinggi Perminyakan dan Petrokimia, Universitas Chulalongkorn, Thailand, Sultan terkejut bahwa semua hasil penelitian dapat diubah menjadi tugas akhir.

“Tahap penelitian yang saya lalui dari penelitian hingga publikasi telah selesai.” Dengan demikian, melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dapat diubah menjadi 1 hingga 3 tahapan TI yang diselesaikan. Saya sangat bersyukur bisa mengurangi waktu mengajar saya,” jelasnya.

Sulthani mengaku memberikan ruang yang luas bagi UKSW untuk bergerak, berkembang dan berekspresi. Berbagai pencapaiannya hingga saat ini tak lepas dari dukungan banyak pihak UKSW.

Untuk $3, artis Ines Tangraeni juga merasa bahwa lingkungan kerja di UKSW memberinya banyak ruang untuk bergerak. Artant juga percaya bahwa penelitian adalah kesenangan, bukan beban.

Hasil kajian akademik Program Penelitian Sistem Informasi FTI “Analisis Sensitivitas Aplikasi e-Government di Google Play Menggunakan Algoritma Naive Bayes” telah berhasil dipublikasikan di Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi (JATISI). Selama ini, menurut Artant, sangat disayangkan ide-idenya belum terealisasi.

Berkat ketekunannya, Artant kini membuahkan hasil. Tidak hanya berhasil dalam studi, ia juga mendapatkan gelar IPK 4,00.

Gadis yang bekerja di CodingWorks ini menambahkan: "Yang utama adalah bahwa bahkan selama kelas, saya terlibat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, organisasi, kegiatan ekstrakurikuler. Pada prinsip ini, saya menyeimbangkan semua kegiatan."

Hari ini, Sabtu (25/6), ketiganya resmi dikukuhkan sebagai wisudawan UKSW. Pada acara wisuda yang dihadiri 556 alumni lainnya di Balairung Universitas ini, mereka menunjukkan bahwa UKSW membantu mahasiswanya berprestasi melalui berbagai jalur.

Rektor UKSW Neil Samuel Rupidara, SE., M.Si., Ph.D., mencatat akan banyak peluang ke depan melalui tiga perwakilan tur pendidikan mahasiswa di kampus tersebut, yang melatih lulusan minoritas kreatif. akan tampak bahwa bahkan jika semuanya bermasalah atau bahkan menuntut, itu akan selalu tetap dipertanyakan di sepanjang jalan. Ia meminta lulusan UKSW untuk bersiap menghadapi masa yang semakin sulit diprediksi.

"Kuncinya adalah waktu, bersiaplah pada waktunya.

Persiapkan sesegera mungkin. Dunia akan berubah secara dramatis dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan. “Menghadapi perubahan ini, lulusan harus siap untuk memulai gelombang perubahan,” ujarnya. (kunci / nada udara)

Published by
Admin
Tags: hobi

Recent Posts

Kemenkominfo Dukung Komunitas Di Sumatra Jadikan Hobi Menjadi Bisnis Republika Online

Padahal, keberadaan teknologi digital seperti media sosial telah membuka kemungkinan tersebut. Kementerian Komunikasi dan Informatika… Read More

6 hours ago

Mengupas Tren Anak Muda Cari Cuan Lewat Game Online |

Riset tren pendapatan anak muda menggunakan game online | Judi online sering menjadi permainan yang… Read More

22 hours ago

Kemajuan Teknologi Dorong Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat ANTARA

Jakarta (Antara) - Juru bicara Kementerian Kesehatan (Cheminex) Muhammad Sahrel berharap literasi universal di bidang… Read More

2 days ago

8 Drakor Terbaru Yang Akan Tayang Di Bulan Agustus 2022, Banyak Cerita Seru! Kontan

8 drama terakhir tayang Agustus 2022, banyak cerita menarik. Kontan, serial terbaru Drakor yang akan… Read More

2 days ago

Tidak Cuma Seru, Ini 5 Pesan Bermakna Anime Spirited Away

Siapa yang tidak tahu anime ini? Speeded Away atau judul Jepangnya Sen to Chihiro no… Read More

3 days ago

Hobi Kongkow, Lali Bojo Radar Kediri

Kelakuan Mbok Ndevora kali ini benar-benar keren. Namun, dia lebih suka bergaul dengan teman-temannya. Saya… Read More

3 days ago