Categories: teknologi

Peneliti: Inovasi, Teknologi Efektif Tingkatkan Produksi Pertanian ANTARA

Published by
Admin
Share

Perluasan lahan tidak efektif sebagai solusi utama untuk menjawab tantangan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia. Cara ini tidak menghormati prinsip-prinsip keberlanjutan dan dapat merusak lingkungan

Jakarta (Antara) – Lembaga Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengatakan pemanfaatan riset, inovasi, dan adopsi teknologi dinilai paling efektif untuk meningkatkan produksi pertanian dalam konteks pertumbuhan penduduk yang pesat.

“Pemerintah harus mendorong produksi pangan saat ini dengan mendukung penelitian dan inovasi, memperkenalkan teknologi pertanian dan meningkatkan kemampuan petani agar lebih produktif, termasuk melalui kerjasama dengan pihak swasta,” kata Aditya Alta, kepala penelitian pertanian CIPS, dalam siaran pers di Jakarta. . pada hari Senin.

Penelitian CIPS merekomendasikan peningkatan produktivitas dan lapangan kerja pertanian melalui penggunaan benih berkualitas tinggi, akses pupuk yang lebih baik, manipulasi hama/organisme, pemusnahan tanaman (OPT) dan penggunaan mesin atau mekanisasi pertanian.

Selain itu juga dimungkinkan untuk meningkatkan teknik pertanian, perbaikan dan perluasan jaringan irigasi, modifikasi pola cuaca untuk mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Aditya mengatakan upaya peningkatan produksi pertanian dengan memperluas lahan pertanian tidak menjamin produktivitas pangan yang lebih besar dan dapat merusak lingkungan serta memperburuk krisis iklim.

“Pemekaran lahan tidak efektif sebagai solusi utama untuk menjawab tantangan sektor pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Cara ini tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan bisa merusak lingkungan,” kata Aditya.

Aditya menambahkan, sektor pertanian, termasuk Indonesia, menghadapi banyak tantangan dalam penyediaan pangan. Salah satunya adalah krisis iklim yang menimbulkan banyak bencana alam yang dampaknya menimbulkan ketidakpastian musim tanam dan panen serta penurunan produksi pertanian.

Tantangan yang dihadapi sektor pertanian antara lain penurunan jumlah tenaga kerja, penurunan kesejahteraan petani, kenaikan harga pupuk dan berbagai tantangan lain yang bersumber dari situasi global.

“Populasinya terus meningkat. Namun, permukaan yang tersedia akan tetap sama dan harus dibagi dengan kebutuhan infrastruktur dan industrialisasi. Oleh karena itu, kapasitas produktif lahan pertanian saat ini perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat,” ujarnya.

Aditya menambahkan, produktivitas sektor pertanian Indonesia masih rendah karena minimnya penelitian dan inovasi, serta masih terbatasnya penerapan praktik pertanian yang baik dan minimnya penggunaan teknik pertanian.

Investigasi CIPS menemukan bahwa biaya produksi makanan pokok di Indonesia umumnya lebih tinggi daripada di beberapa negara yang mengekspor produk yang sama, terutama karena mekanisme produksi dan sistem distribusi Indonesia yang tidak efisien.

Menurut Aditya, tingginya biaya produksi dapat diatasi melalui investasi pertanian yang berkelanjutan, yang dapat mendorong modernisasi dan transfer teknologi.

“Sistem pangan Indonesia masih menghadapi berbagai masalah, seperti biaya produksi yang tinggi, proses produksi yang tidak efisien dan rantai pasokan yang panjang, yang semuanya mempengaruhi harga,” katanya.

Butuh waktu lama untuk mencetak sawah baru, terutama di rawa-rawa. Selain tidak serta merta berkontribusi dalam mengatasi kelangkaan pangan yang muncul, karakteristik lahan reklamasi juga belum tentu sesuai.

Selain itu, program tersebut berisiko membentuk persawahan dengan mereklamasi lahan, membahayakan ekosistem yang ada dan merusak keseimbangan ekologis.

Peneliti: Inovasi dan teknologi yang efisien untuk meningkatkan produksi pertanian dari lumbung pangan desa menjadi lumbung pangan global
Peneliti: inovasi dan teknologi efektif untuk meningkatkan produksi pertanian ANTARA CIPS: semua pihak harus terlibat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional
Peneliti: inovasi dan teknologi yang efisien untuk meningkatkan produksi pertanian antara mitigasi dan adaptasi dalam mendukung ketahanan pangan

Jurnalis: Aditya Ramadhan
Penerbit: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © Antara 2022

Tech talk: Teknologi dan inovasi Indonesia dalam menghadapi COVID 19

Published by
Admin
Tags: teknologi

Recent Posts

Paham 11 Fungsi & Aspek iIlmu Estetika Terbaik

Kembali bersama Willoughers, Apakah pembaca Willough familiar dengan ilmu estetika. Kosakata Estetika kembali populer dengan… Read More

3 months ago

Hari Kesehatan Nasional Ke58 : Momentum Ingatkan Masyarakat Akan Kesehatan Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan

Jakarta, 8 November 2022 Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November. Kali ini,… Read More

3 months ago

3 Makanan Sehat Untuk Jaga Kesehatan Wanita Di Atas 40 Tahun Lifestyle

3 NUTRISI SEHAT UNTUK WANITA DI ATAS 40 GAYA HIDUP SEHAT - Tujuan utama dari… Read More

3 months ago

Pentingnya Literasi Digital Hadapi Kecanggihan Teknologi ANTARA Kalimantan Barat

Jakarta (Antara). Santi Indra Astuthi, Guru Besar Jurusan Komunikasi Universitas Islam Bangang, menekankan pentingnya literasi… Read More

3 months ago

Awal Mula Koalisi Pengusung Anies Hendak Deklarasi 10 November Hingga Batal Detik

Jakarta - NasDem seharusnya mengumumkan aliansi dengan Partai Demokrat (PD) dan PKS besok, 10 November.… Read More

3 months ago

5 Tips Mengatasi Kecanduan Game Online Pada Anak CNN Indonesia

Jakarta, CNN, Indonesia. Game online atau game yang menggunakan internet membuat ketagihan tidak hanya untuk… Read More

3 months ago