Ini Strategi Kemenkes Bangkitkan Layanan Kesehatan Pasca Pandemi Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan

2

Jakarta, 10 Agustus 2022.

Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang aman. Pelayanan kesehatan harus lebih waspada, proaktif, tanggap dan tangguh menghadapi ancaman kesehatan saat ini dan di masa yang akan datang.

Pasalnya, selain memerangi pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan sekaligus memerangi penyakit tidak menular (PTM).

Berdasarkan konsep tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah konkrit untuk mentransformasi sistem kesehatan, dengan fokus pada 6 pilar, salah satunya adalah transformasi pelayanan rujukan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai wujud transformasi layanan rujukan, Kementerian Kesehatan telah membentuk jaringan layanan rujukan dan rujukan kelas satu untuk pengobatan empat penyakit tidak menular, yaitu stroke, kanker, penyakit jantung, dan penyakit ginjal, yang jumlahnya mencapai meningkat. dan penyebab utama kematian yang menyebabkan tingginya biaya perawatan kesehatan.

“Fasilitas kesehatan yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan untuk penyakit katastropik, terutama di daerah terpencil, intrakontinental dan kepulauan (IRCCs). Kita harus mendorong ini karena helpdesk rumah sakit sangat penting bagi masyarakat.' Demikian disampaikan Wakil Menteri Kesehatan.

Misalnya, cincin jantung saat ini tidak tersedia untuk layanan jantung di banyak daerah/kota. Jarang ada pasien yang harus menunggu lama, bahkan ada yang lebih memilih berobat ke luar negeri.

“Transisi ini harus segera dilaksanakan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. Sehingga masyarakat tidak lagi harus antre panjang untuk berobat,” ujar Wamenkes.

Melalui transformasi ini, direncanakan akan dibangun rumah sakit di 514 kabupaten/kota yang mampu memberikan pelayanan medis untuk empat penyakit.

“Visi percepatan cakupan pelayanan rumah sakit untuk 4 penyakit katastropik tercapai dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. rumah sakit di 507 kabupaten/kota,” kata Wamenkes.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pelayanan rumah sakit akan dikembangkan secara bertahap. Pada tahap pertama direncanakan mencapai 50 persen pada tahun 2025, dan pada tahap kedua – 100 persen pada tahun 2027.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Wamenkes menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerataan akses dan peningkatan pelayanan kesehatan yang optimal memerlukan komitmen dan kerjasama antar sektor, termasuk swasta.

“Banyak rumah sakit swasta diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program publik dengan sumber dayanya, seperti mendirikan center of excellence dan mengembangkan layanan prioritas di bidang penyakit kardiovaskular, kanker, stroke, dan uronefrologi. masyarakat perlu dikuatkan",- harap Wamenkes.

Hotline tentang coronavirus 119, tambahkan. 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, fax (021) 5223002, 52921669 dan email [email protected] (MF)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik

Dr. Vidyavathy, MKM

[Webinar] Tempo Chat: Hentikan Pandemi, Tingkatkan Ekonomi

error: Content is protected !!