manga

5 Perbedaan Anime Shonen dan Seinen, Jangan Salah Artian!

Share

Ketahui Perbedaan Anime Shonen dan Seinen Agar Tidak Tertukar

Dalam dunia anime dan manga terdapat beberapa demografi dengan klasifikasi target pembaca nya. Para penggemar hiburan Jepang, sudah pernah mendengar istilah manga dan anime shounen, shoujo, dan mungkin seinen dan josei.

source: pinterest.com

4 Istilah Dalam Dunia Manga/Anime Berasal dari Jepang

Terdapat 4 Demografi dalam dunia manga/anime dan yang paling terkenal iatu Anime Shonen dan Seine, serta Shoujo dan Josei. ke empat kategori itu sebagai simbol untuk audies dengan kriterisa usia atau gender. Istilah ini viral sekitar tahun 1900an. Dimana pada tahun itu diterbitkan manga dengan judul Shounen Sekai, Shoujo Sekai, serta Shounen Pakku.

Anime Shonen dan Seinen sendiri menjadi dua genre yang sangat populer. Kepopularitas dua genre ini tidak jarang membuat beberapa orang kebingungan apa yang menjadi perbedaan anime shounen dan seinen.

Supaya tidak kebingungan lagi. Berikut kami rangkum perbedaan anime shonen dan seinen. Apa saja yang membedakan dua genre ini? Simak artikel ini…

Cerita Anime Shounen Lebih Klise

Meski memiliki karakter yang berbeda, anime shounen memiliki pola yang sama. Sebagian besar anime shonen dibintangi oleh karakter utama yang memiliki latar belakang kehidupan yang tragis, arc turnamen, dan kekuatan persahabatan.

Hal ini tidak berlaku di anime seinen. Cerita yang ditawarkan anime seinen lebih beragam. Ini karena genre ini berusaha menciptakan hal-hal baru untuk setiap anime. Tidak salah, hingga kini anime seinen lebih popular karena ciri khasnya yang tidak mengikuti pola anime yang lain.

Contoh anime seinen yang bisa kamu tonton adalah Erased, Hellsing, dan Berserk.

Anime Seinen Memiliki Cerita yang Lebih Kompleks

Tidak sedikit anime shounen yang memiliki cerita sederhana dan mudah ditebak. Kamu juga tidak akan terlalu sering menemukan plot twist dalam anime shonen. Jadi, tidak salah kalau kamu sering tepat dalam menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dalam suatu anime shonen.

Sementara itu, anime seinen menawarkan cerita yang berbeda. Kebanyakan, anime dengan genre ini memiliki cerita yang lebih kompleks dan beberapa di antaranya sulit dimengerti.

Menonton anime seinen harus benar-benar menggunakan kecerdasannya. Selain karena ceritanya yang kompleks dan sulit dimengerti, seinen juga sering memberikan kisah dengan plot twist yang dikemas dengan cara yang tidak terduga. Inilah yang membuat anime seinen menarik.

Anime Shounen Lebih Fokus ke Aksi

Anime bergenre shounen / shonen lebih banyak yang berfokus pada adegan pertarungan yang mendebarkan. Ini juga menjadi keunikan tersendiri bagi anime shounen. Pasalnya, dengan genre ini, masih banyak juga yang mengemarinya.

Jika kamu menonton anime Naruto dan Attack on Titan, maka kamu sedang menikmati anime bergenre shonen. Berbeda dengan shonen, seinen memiliki keunggulan berbeda tersendiri. Meski ceritanya lebih rumit dan kompleks.

Namun para kreator anime ini selalu berhasil menyampaikan cerita dengan hasil yang tidak kalah epik. Namun, bukan berarti anime seinen tidak mengandung adegan aksi. Hanya saja adegan aksi dari dua genre ini tetap dimenangkan oleh anime shonen.

Konsep Anime Seinen Lebih Dewasa

Meskipun beberapa anime shonen mengangkat tema yang gelap, tetap saja ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh anime shounen. Ini karena kedua genre ini ditujukan kepada para remaja.

Anime Seinen selalu jelas dalam menyampaikan sesuatu. Dibanding shounen, anime seinen memiliki cerita yang lebih dewasa dan tidak jarang menyelipkan isu humor yang hanya dimengerti oleh orang dewasa.

Bahkan, dalam anime seinen kamu juga akan menemukan pornografi hingga kekerasan yang dilebih-lebihkan.

Batasan Usia Penonton

Hal yang sangat jelas untuk membedakan dua genre ini adalah dari batasan usia penontonnya. Anime shonen biasanya ditujukan untuk usia 12 hingga 18 tahun. Sementara anime seinen dengan ceritanya yang lebih kompleks bisa ditonton oleh penonton usia 20 hingga 50 tahun. Maka dari itu, anime seinen memang memiliki konsep cerita yang lebih dewasa dibandingkan dengan anime shonen.

Namun, meskipun batasan usia seinen lebih luas dibandingkan dengan anime shonen, anime shonen tetap lebih unggul. Ini karena cerita yang ditawarkan tetap bisa dinikmati oleh semua umur, termasuk orang dewasa.

Anime Shonen yang Lebih Mirip Seinen

Meski perbedaan kedua genre ini sangat jelas, ada beberapa anime shonen yang jika dilihat dari ceritanya lebih mirip ke anime seinen. Apa saja judul anime ini?

Attack On Titan

Attack On Titan ( AOT ) adalah salah satu anime shonen yang lebih mirip seinen. Padahal, anime di masa lalu dengan cerita yang kejam seperti Berserk, Parasyte, dan Gantz dikategorikan sebagai anime seinen. Namun, Attack On Titan justru diserialkan setiap bulan Bessatsu Shonen Magazine.

Death Note

Anime Death Note memiliki cerita yang unik dengan berhiaskan logika, kecerdasan, kepercayaan, dan pengkhianatan. Death Note dinilai terlalu membawa horor psikologis kepada penonton remaja. 

The Promised Neverland

Anime The Promised Neverland memiliki cerita yang cukup mengganggu di bagian-bagian tertentu. Bahkan, cerita di anime yang tergolong anime shonen ini lebih penuh kekerasan jika dibandingkan dengan Attack On Titan. 

Dalam anime ini mengangkat kisah anak-anak yatim piatu yang dibunuh dan dimakan. Tentu kisah seperti ini lebih beresonansi dengan orang dewasa.

Jojo’s Bizarre Adventure

Anime yang tergolong ke anime shonen ini justru tanpa malu-malu menampilkan kisah dengan tema dewasa. Karakter pada anime ini muncul dengan bentuk yang realisme untuk membentuk kesan unik.

Claymore

Claymore juga menjadi cerita fantasi tingkat tinggi yang populer di kalangan remaja. Claymore tidak hanya bercerita tentang kekerasan, tapi seringkali bertempo lambat dan esoteris. Claymore berhasil menampilkan karakter yang tidak ambigu.

Adegan pembunuhan yang ada di anime ini juga membuat para penontonnya bertanya-tanya, bagaimana mungkin anime ini masuk dalam kategori shonen.

Hunter X Hunter

Sekilas, anime ini memang tampak seperti anime shonen yang penuh warna dan kekanak-kanakan. Namun, HXH memiliki reputasi yang gelap dan sulit dijelaskan. 

Dalam satu alur tertentu. HxH membedah otak salah satu karakternya. Terdapat juga adegan semut yang melahap duan anak kecil, dan adegan kekerasan lainnya.

Meskipun secara tampilan anime ini memiliki warna yang cerah, belum tentu berisi cerita-cerita yang juga berwarna layaknya kisah anak-anak dan remaja.

Dororo

Dororo adalah anime yang bercerita tentang seorang pejuang yang dipotong-potong dan seorang gadis yatim piatu yang hidup di jalanan. Cerita dalam anime ini sejatinya lebih cocok dikategorikan sebagai anime seinen alih-alih anime shonen.

Chainsaw Man

Seiring perkembangan waktu, anime shonen tampaknya memang mulai aneh dan kelewat batas. Tokoh protagonis dalam Chainsaw Man digambarkan sebagai sosok yang memiliki aning iblis gergaji yang bisa berubah menjadi hibrida manusia gergaji.

Ini tentu aneh untuk sebuah anime shonen. Penulis Chainsaw Man pun mengakui bahwa dia sedang mendobrak batas imajinasi. Beliau merasa yakin bahwa humor gelap ini tidak akan bertahan di pasar anime shonen.

Hal ini akan kamu rasakan jika kamu menonton dan menilainya sendiri apakah anime ini termasuk dalam shonen atau seinen.

Onizuka

Beberapa tahun terakhir, anime shonen memang tampak melampaui demografi remaja. Shonen kini memiliki spektrum penikmat yang lebih luas. Seperti anime Onizuka yang rilis di majalah shonen pada tahun 1997 dan 2002.

Onizuka menampilkan seorang protagonis yang merupakan mantan gengster dan juga virgin. Karakter ini juga melakukan tindakan yang dilakukan orang dewasa seperti merokok dan minum minuman keras. Bukankah ini lebih cocok masuk dalam kategori seinen?

Penutup Ulasan Perbedaan Shounen dan Seinen

Sekian ulasan dari kami tentang perbedaan anime shonen dan seinen di dunia anime yang patut kamu ketahui. Setelah mengetahui perbedaannya, genre mana yang jadi favoritmu?

Published by
Admin

Recent Posts

Sekelumit Cinta Segitiga Dini Nurdiani Berujung Pembunuhan Berencana Detik

Jakarta - Misteri hilangnya wanita berusia 26 tahun bernama Dini Nordian berusia 26 tahun yang…

19 hours ago

Biar Gak Bosen Puasanya, Nih 7 Game Online Terbaik Di Bulan Ramadan Tahun 2022 IniSumedang.Com

INISUMEDANG.COM - Selama Ramadhan, kecuali sahur dan buka puasa bersama. Ngabubur juga merupakan waktu yang…

1 day ago

10 Drakor Terpopuler Di Minggu Ketiga April 2022, Our Blues Bertahan Di Puncak Kontan

Bizim Blues, salah satu daripada 10 drama paling popular pada minggu ketiga April 2022, mengungguli…

2 days ago

Kasus Hepatitis Akut Di Indonesia, 5 Anak Meninggal, Dan Kasus Terbanyak Di Jakarta

JAKARTA, Indonesia, hepatitis akut, 5 anak meninggal, dan kasus terbanyak di Jakarta - Indonesia merupakan…

6 days ago

Gak Di China Gak Di Indonesia, Saham Sektor Teknologi SamaSama Ambles!

Baik di China maupun di Indonesia, sektor teknologi sedang tenggelam! , Jakarta - Tekanan pada…

6 days ago

Edukasi Gaming: Kenali Tujuan Anak Dan Remaja Bermain Game Online

Transformasi dunia game terjadi dengan sangat cepat. Anak-anak kota khususnya sudah tidak asing lagi dengan…

1 week ago