Categories: hobi

3 Alasan Kerabat Hobi Bertanya Kapan Nikah Dan Kapan Punya Anak Di Momen Lebaran

Share

Ada tiga alasan kenapa peminat menanyakan kapan harus menikah dan punya anak saat liburan. Liburan adalah saat yang tepat untuk merayakan Fitri Bayram bersama keluarga kita, jauh dan luas.

Ketika kita bertemu saudara jauh atau orang yang jarang berkomunikasi dengan kita, kita sering bertanya: “Kapan nikah?” Kami memiliki pertanyaan pribadi seperti: “Kapan Anda akan punya anak? "Kapan rumahmu sendiri?" , dan sekarang.

Beberapa pertanyaan ini mungkin tampak biasa saja. Namun bagi sebagian orang, pertanyaan ini bisa membingungkan.

Mengapa sebagian orang bertanya "kapan" liburan?

3 alasan kenapa kekasih bertanya kapan menikah Kapan punya anak Siap bertanya kapan menikah Kapan punya anak di Lebanon? Ini adalah pendapat seorang psikiater.

Alasan orang bertanya "kapan" adalah hari libur?

Lailatus Shiva, guru besar psikologi Universitas Sibellas Marit (UNS) Surakarta, menjelaskan bahwa ada tiga alasan mengapa seseorang bertanya kepada pewawancara "kapan".

Pertama, orang umumnya dianggap "baik" karena murah hati, suka menolong, dapat dipercaya, dan peka terhadap kebutuhan orang lain.

“Meminta berita yang mungkin terkesan pribadi sebenarnya adalah cara untuk menunjukkan bahwa seseorang tertarik dengan kondisi orang lain. Misalnya, apakah ada yang benar-benar memiliki ini atau itu? Jika tidak, maka dia benar-benar membutuhkan bantuan.” Menghubungi Kompas.com, Senin (25/4/2022), Latus mengatakan:

Kedua, tidak ada batasan antara kehidupan pribadi (rumah) dan kehidupan publik.

Berdasarkan budaya kolektivis, Latus menunjukkan bahwa orang lebih cenderung menggambarkan orang yang suka bertanya "kapan" sebagai bagian dari masyarakat sosial.

Dalam hal ini, tidak ada batasan antara kehidupan pribadi (di rumah) dan "kehidupan publik".

“Jadi pertanyaan ini tidak dianggap ofensif, tetapi merupakan masalah umum yang menjadi perhatian,” kata Latos.

Ketiga, karena sudah menjadi kebiasaan.

Jika kita dihadapkan pada atau menghadapi situasi sosial di mana kita sering dihadapkan dengan pertanyaan pribadi seperti itu, hal itu dapat menyebabkan kita secara sadar atau spontan mengajukan pertanyaan tersebut sebagai pembuka percakapan dengan orang lain.

3 alasan kekasih bertanya kapan nikah kapan punya anak

Itu bisa mengganggu

Dalam wawancara dengan Kompas.com (5 November 2021), dosen FISIP Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) D. . lainnya.

Ketika Kik menghubungi Kompas.com beberapa waktu lalu, dia mengatakan, "Bagi kebanyakan orang, identik dengan mencari perhatian, kecemasan, perilaku keluarga, dll."

"Tetapi bagi sebagian orang, pertanyaan-pertanyaan ini adalah pertanyaan pribadi yang tidak boleh ditanyakan karena bertentangan dengan nilai-nilai pribadi seseorang," katanya.

Ia menambahkan, pertanyaan seperti “kapan” mungkin terkait dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang cenderung kolektivis yang lebih mengutamakan nilai kelompok (keluarga secara keseluruhan).

Menurutnya, sebagai individu yang tergolong dalam keluarga besar, individu ini “wajib” memiliki nilai-nilai kebersamaan untuk sebuah keluarga besar.

Ada tiga alasan kenapa sepasang kekasih menanyakan kapan akan menikah atau punya anak saat liburan.

Haruskah kita mengajukan pertanyaan pribadi kepada orang lain?

Kiki mengatakan orang/generasi yang lebih tua cenderung berpikir bahwa mereka memahami gaya hidup mereka dengan lebih baik sebelum bertanya kepada orang lain tentang masalah pribadi mereka.

Dengan demikian, mereka merasa perlu menafkahi masa depan generasi muda, yang sayangnya seringkali dianggap sebagai aturan/dikte bagi generasi muda.

Pada saat yang sama, generasi muda merasa memiliki energi, minat, kemampuan untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai pribadinya, pilihannya, kemampuannya, apakah itu pengetahuan, pengalaman, atau pengalaman lainnya.

“Ketika dibiarkan sendiri, mereka mungkin menemukan bahwa kedua kecenderungan itu sering bertentangan,” kata Kiki.

Bagi responden, kesempatan untuk bertemu seseorang dalam situasi seperti itu merupakan kesempatan yang baik untuk menciptakan kehangatan atau kedekatan dalam keluarga.

Ia menyarankan lebih baik bertanya tentang kondisi orang yang dicintai atau apa yang mereka lakukan sekarang daripada bertanya tentang siklus hidup mereka.

"Lebih praktis bagi saya untuk berbicara dengan orang yang kita ajak bicara daripada menasihati orang lain tentang nilai/pendapat kita," katanya.

“Saat berbicara dengan anak muda, Anda harus bangga menjadi pendengar yang bijak,” kata Kiki.

Terima update harian terpilih Berita terbaru dari Kompas.com. Ayo gabung di grup telegram Update Berita Kompas.com dengan mengikuti link https://t.me/kompascomupdate, lalu gabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Pertunjukan Bioteknologi – Hari 3 – Pertanian

Published by
Admin
Tags: hobi

Recent Posts

Sekelumit Cinta Segitiga Dini Nurdiani Berujung Pembunuhan Berencana Detik

Jakarta - Misteri hilangnya wanita berusia 26 tahun bernama Dini Nordian berusia 26 tahun yang…

17 hours ago

Biar Gak Bosen Puasanya, Nih 7 Game Online Terbaik Di Bulan Ramadan Tahun 2022 IniSumedang.Com

INISUMEDANG.COM - Selama Ramadhan, kecuali sahur dan buka puasa bersama. Ngabubur juga merupakan waktu yang…

1 day ago

10 Drakor Terpopuler Di Minggu Ketiga April 2022, Our Blues Bertahan Di Puncak Kontan

Bizim Blues, salah satu daripada 10 drama paling popular pada minggu ketiga April 2022, mengungguli…

2 days ago

Kasus Hepatitis Akut Di Indonesia, 5 Anak Meninggal, Dan Kasus Terbanyak Di Jakarta

JAKARTA, Indonesia, hepatitis akut, 5 anak meninggal, dan kasus terbanyak di Jakarta - Indonesia merupakan…

6 days ago

Gak Di China Gak Di Indonesia, Saham Sektor Teknologi SamaSama Ambles!

Baik di China maupun di Indonesia, sektor teknologi sedang tenggelam! , Jakarta - Tekanan pada…

6 days ago

Edukasi Gaming: Kenali Tujuan Anak Dan Remaja Bermain Game Online

Transformasi dunia game terjadi dengan sangat cepat. Anak-anak kota khususnya sudah tidak asing lagi dengan…

1 week ago